PEMIKIRAN FIQIH SIYASAH IBNU TAIMIYYAH
Rp147.200,00
JUDUL : PEMIKIRAN FIQIH SIYASAH IBNU TAIMIYYAH
PENULIS : Muhammad Azrul Amirullah
NO BUKU : ISBN
TAHUN TERBIT : 2026
Description
Buku berjudul Pemikiran Fiqih Siyasah Ibnu Taimiyyah ini merupakan sebuah karya referensi komprehensif yang berupaya membedah kompleksitas pemikiran politik salah satu pemikir paling berpengaruh dalam sejarah Islam, yakni Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah. Di tengah turbulensi politik dunia Islam modern, pencarian model pemerintahan yang ideal sering kali membawa para pemikir kembali pada akar tradisi klasik. Ibnu Taimiyyah muncul sebagai figur sentral karena pendekatannya yang unik, yang menggabungkan tekstualisme wahyu dengan realisme politik yang tajam. Buku ini tidak sekadar mengulang narasi sejarah, melainkan melakukan dekonstruksi terhadap konsep Siyasah Syar’iyyah (politik berbasis syariat) sebagai sebuah solusi atas krisis legitimasi kekuasaan dan dekadensi moral kepemimpinan yang ia saksikan pada masa Dinasti Mamluk.
Secara epistemologis, Ibnu Taimiyyah memandang politik bukan sebagai entitas yang terpisah dari agama, melainkan sebagai instrumen vital untuk menjalankan perintah Tuhan di muka bumi. Intisari dari pemikirannya terletak pada keseimbangan antara ketaatan kepada penguasa untuk menjaga stabilitas sosial (al-jamā'ah) dan kewajiban penguasa untuk menegakkan keadilan serta amanah. Argumen utama yang dibangun dalam buku ini adalah bahwa pemikiran politik Ibnu Taimiyyah bersifat pragmatis-transendental; ia sangat menyadari kelemahan manusia dalam kekuasaan, namun ia tetap menggantungkan legitimasi politik pada kepatuhan terhadap prinsip-prinsip syariat. Pembaca akan diajak untuk memahami bagaimana konsep al-amanah (integritas) dan al-quwwah (kompetensi) menjadi pilar utama dalam memilih pemimpin, sebuah gagasan yang tetap relevan dalam diskursus meritokrasi modern.
Lebih lanjut, naskah ini mengeksplorasi bagaimana Ibnu Taimiyyah merespons tantangan zamannya, mulai dari ancaman invasi Mongol hingga perdebatan internal antar-mazhab. Ia menolak gagasan teokrasi mutlak yang menempatkan penguasa sebagai wakil Tuhan yang tanpa cela, namun di saat yang sama, ia sangat menentang anarkisme politik. Bagi Ibnu Taimiyyah, keberadaan penguasa yang zalim selama enam puluh tahun jauh lebih baik daripada satu malam tanpa adanya pemerintahan. Melalui analisis kritis, buku ini membedah bagaimana pemikiran ini sering kali disalahpahami oleh gerakan-gerakan radikal modern, dan berupaya menempatkan kembali pemikiran Ibnu Taimiyyah dalam konteks moderasi dan kemaslahatan publik (maslahah ammah).
Penulisan buku ini menggunakan pendekatan multidisiplin, menggabungkan metode sejarah, hukum Islam, dan analisis teori politik kontemporer. Fokus utama naskah ini terbagi ke dalam beberapa pilar krusial: pondasi teologis politik, struktur kenegaraan, hingga ekonomi politik. Salah satu keunggulan buku ini adalah pembahasannya mengenai peran negara dalam pengaturan pasar dan distribusi kekayaan, yang menunjukkan betapa visionernya Ibnu Taimiyyah dalam mengintegrasikan moralitas agama ke dalam sistem ekonomi nasional. Penulis berupaya menunjukkan bahwa Siyasah Syar’iyyah bukanlah sebuah sistem yang kaku dan statis, melainkan sebuah kerangka kerja dinamis yang mampu beradaptasi dengan perubahan zaman asalkan prinsip-prinsip dasarnya tetap terjaga.
Buku ini ditujukan bagi para akademisi, mahasiswa hukum Islam, peneliti ilmu politik, serta praktisi pemerintahan yang ingin mendalami akar intelektual politik Islam. Dengan menggunakan referensi primer dari karya-karya monumental Ibnu Taimiyyah seperti Al-Siyasah al-Syar’iyyah dan Al-Hisbah, yang kemudian dikontekstualisasikan dengan literatur akademik terkini, buku ini diharapkan menjadi rujukan otoritatif. Kehadiran karya ini menjadi sangat penting di era kontemporer ini, di mana perdebatan mengenai hubungan agama dan negara kembali memanas. Buku ini menawarkan perspektif yang jernih, objektif, dan mendalam, menjembatani jurang antara tradisi klasik dan tuntutan modernitas dalam bingkai negara bangsa (nation-state).
Melalui sintesis yang dilakukan di bagian akhir buku, pembaca akan menemukan bahwa pemikiran Ibnu Taimiyyah memberikan landasan bagi terbentuknya pemerintahan yang bersih, transparan, dan berkeadilan. Ia menekankan bahwa tujuan akhir dari politik adalah kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat melalui penegakan syariat. Oleh karena itu, buku ini bukan hanya sebuah studi sejarah intelektual, melainkan juga sebuah refleksi kritis bagi masa depan politik Islam yang lebih inklusif dan progresif. Dengan bahasa yang mengalir namun tetap menjaga standar akademik, buku ini siap menjadi kawan berpikir bagi siapa saja yang meyakini bahwa politik adalah bagian integral dari pengabdian kepada Sang Pencipta.
Reviews
There are no reviews yet.