Description
Buku ini mengkaji fenomena migrasi sirkuler pekerja konstruksi Indonesia yang berpindah berulang antara desa asal dan kota tujuan, melalui perspektif jaringan sosial yang menunjukkan bahwa perpindahan itu tidak semata-mata didorong pertimbangan ekonomi rasional, tetapi sangat dipengaruhi oleh ikatan kekerabatan, kesamaan daerah asal, dan norma budaya; jaringan sosial ini berfungsi ganda sebagai saluran informasi lowongan kerja sekaligus mekanisme pendukung yang menyediakan perlindungan, tempat tinggal, dan bantuan finansial selama di perantauan, sementara di lokasi kerja jaringan ini turut mempengaruhi pembagian kerja, sistem upah, dan relasi kekuasaan antar pekerja, dengan peran mandor sebagai penghubung jaringan yang menjadi kunci dinamika patronase yang mewarnai hubungan kerja; di balik solidaritas yang terbangun, migrasi sirkuler ini juga menyimpan kerentanan berupa ketidakpastian pendapatan, kondisi kerja yang berat, minimnya jaminan sosial, serta dampak terhadap keluarga yang ditinggalkan, sehingga jaringan sosial yang menjadi penyangga utama justru dapat melanggengkan eksploitasi dalam situasi tertentu; secara keseluruhan buku ini menegaskan bahwa memahami migrasi pekerja konstruksi tidak dapat dilepaskan dari jalinan relasi sosial yang menghidupi pergerakan mereka, sekaligus mendorong arah kebijakan yang lebih peka terhadap dinamika kolektif para pekerja.




Reviews
There are no reviews yet.