Antologi Puisi “Mengukir Kata Melalui Rasa”

Rp57.800,00

JUDUL :  Antologi Puisi “Mengukir Kata Melalui Rasa”

PENULIS : Siti Robiatun Nisa, Alvino Agasha Putra, Ananda Zian Dasilfa, Ayu Jenya Yoko Zalyanti, Diana Safara, Dimas Bagus Prasetyo, Edrico Arya Utama, Elank Satriawan Matjuki, Fitri Agustin Rysta Rehanita, Ilham AlfandI, Maftuhatul Ainiyah, Marsya Safitri, Miftakhur Royyan, Mochamad Ali Musyafa, Moh. Juniar Prasetyo, Muchamad Ridwan, Pamor Cahyo Alam, Prasetyo Hadi Purnomo, Putra Irvan Tasain, Frederica Qonitah, Raisha Mustika Putri, Siti Khoridatul Bahiyah, Viko Dwi Rahmattullah, Aras L.Mahdi, Berliana Putri Nugrahani, Deffanka Syahriel Romansa Pramanta, Dyah Kriswanti Salsabilla Putri, Erik Heruan Saputra, Fathan Mubina Qisthi Pratama, Francesco Totti Araya, Hendra, Iim Rotul Chasanah, Marsya Aura Cantika, Meisha Widya Dhana, Miranda Putri, Moch. Vitto Maulana, Mohamad Arif Febrianto, Muhammad Iqbal Pribadi, Retno Aji Ruang Makan, Rihadatul Aisy, Safira Filfahmi, Salsabillah Tri Nuraini, Wildan Rizki Saputra, Yuniar Afifah Rachmawati, Akmalul Adabi, Alfian Firmansyah Atty, Bayu Hidayat Putra, Chalista Putri Ramadhani, Dwi Safariza, Dzakiyah Metha Ramadiniah, Firzatul Fitri Aulia, Ibnu Andra Sasmitha, Maya Silvia Novita Anggraini, Muhammad Alif Fauzan, Muhammad Fathul Irham, Muhammad Sulton Alfarisi, Nabila Ainurrohma Putri Apriyanto, Novita Aulia, Nuhan Khalaf Fathi Dhiyaulhaq, Nur Qomariyah, Radithya Bagus Hermawan, Ragil Saputra Setiawan, Raya Salsabila, Salsabila Putri Miftahul Jannah, Shivania Nur Anjani, Syafa Adila Rahma, dan Yanti
NO BUKU : QRCBN

TAHUN TERBIT : 2025

Category:

Description

Dalam setiap bait yang ditulis, ada suara hati yang berbisik lembut di antara jeda kata-kata. Puisi adalah cahaya yang bergetar di ujung pena, menghidupkan cerita yang kadang sulit diungkapkan dengan suara. Ia mengalir seperti sungai yang merindukan lautan, menjelajahi lekuk-lekuk jiwa yang tak terjamah oleh waktu. Di lembaran-lembaran ini, kau akan menemukan keheningan yang bercerita, kerinduan yang merayap di tepi senja, dan harapan yang tumbuh di antara luka-luka. Setiap puisi adalah jendela menuju dunia yang tak terlihat di mana mimpi dan kenyataan saling berpelukan, dan rahasia hati mekar dalam keabadian. Mari kita melangkah di antara larik-larik ini, membiarkan kata-kata menyentuh jiwa kita. Sebab puisi bukan sekadar rangkaian huruf, melainkan detak perasaan yang abadi dalam bisikan semesta.

Reviews

There are no reviews yet.

Be the first to review “Antologi Puisi “Mengukir Kata Melalui Rasa””

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *