Description
Tidak semua panggilan datang sebagai suara yang jelas, sebagian tumbuh perlahan dari rumah sederhana, jarak, kehilangan, persahabatan, sakit, kegelisahan, dan luka yang pernah menghadirkan pertanyaan tentang hidup dan Tuhan. Di Tepi Panggilan menyajikan rangkaian kisah reflektif tentang keluarga, masa remaja, persahabatan, penerimaan diri, iman, cita-cita, kepedulian, kehilangan, pengampunan, dan harapan yang membentuk perjalanan batin dalam memahami kehidupan. Setiap kisah menghadirkan pengalaman tentang diri yang dibentuk, terluka, bertumbuh, menemukan makna, serta belajar hadir dengan kasih dan kepedulian. Kehidupan tidak selalu menghadirkan jawaban sederhana karena sebagian kehilangan meninggalkan ruang kosong, sebagian luka membutuhkan waktu panjang, dan sejumlah pertanyaan tetap menjadi bagian dari perjalanan, tetapi dari ketidaksempurnaan tersebut tumbuh pemahaman tentang kasih dalam kesederhanaan, pengampunan di tengah luka, harapan dalam keterbatasan, serta kehadiran Tuhan dalam berbagai peristiwa kehidupan. Di Tepi Panggilan menghadirkan perenungan tentang hal-hal yang membentuk perjalanan hidup, luka yang masih tersimpan, pertumbuhan yang terus berlangsung, serta makna kehadiran bagi sesama, sekaligus menggambarkan bahwa panggilan dapat hadir sejak lama melalui pengalaman, peristiwa, perasaan, dan perjalanan batin yang mengajak kehidupan untuk didengarkan dengan lebih jernih.




Reviews
There are no reviews yet.